Kategori
Perkebunan

Cara Mudah Budidaya Tebu Yang Perlu Anda Coba

Hatcher media – Dari zaman dahulu hingga kini, tanaman dengan nama latin Saccharum officinarum ini termasuk salah satu jenis tanaman yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Kandungan gula yang ada pada tebu mulai dari pangkal hingga batang bisa mencapai 20{1a11536a9873b54a4528d9330a2632004d9b8105c0a3ba3615a5f0ce6dd56974}. Kandungan gula tersebut memiliki banyak manfaat, salah satunya sebagai bahan produksi gula pasir.

Dewasa ini, industri makanan yang menggunakan gula pasir dalam olahannya semakin menjamur. Hal tersebut tentu harus diimbangi dengan ketersediaan gula di pasaran. Maka dari itu, budidaya akan tanaman yang satu ini bisa menjadi sebuah bisnis yang sangat potensial dan menguntungkan bagi Anda.

Mengembangkan bisnis sebagai penyuplai tebu sebenarnya tidak sulit. Jika Anda tahu caranya, Anda dapat segera memulai untuk membudidayakan tebu dan menjadikannya sebagai bisnis yang menghasilkan keuntungan. Adapun beberapa langkah mudah untuk mengembangkan budidaya tebu adalah sebagai berikut:

Kondisi Iklim dan Cuaca

Agroklimat sangat penting Anda perhatikan sebelum memulai pembudidayaan tebu. Sebab, curah hujan dipengaruhi oleh sifat iklim. Tanaman tebu sendiri pada masa vegetatif sangat membutuhkan air. Curah hujan yang ideal untuk tanaman tebu per bulannya mencapai 200 mm.

Dataran rendah dengan suhu optimal 24 hingga 30°C merupakan lahan yang cocok untuk membudidayakan tanaman tebu. Agar tanaman tidak roboh dan kandungan gula dalam batang tidak berkurang, pilih area yang kecepatan anginnya tidak lebih dari 10 km per jam.

Mempersiapkan Lahan

Anda harus menyiapkan lahan sebelum memulai pembudidayaan tanaman tebu. Tanah yang cocok untuk tanaman tebu memiliki Ph berkisar antara 5,7 hingga 7.

Pada umumnya, pengelolaan pembudidayaan tebu menggunakan sistem Reynoso. Sistem ini pada dasarnya adalah untuk membuat tempat pembuangan dan penampungan air.

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan dalam budidaya tebu adalah dengan membolak-balikkan tanah dengan cara membajaknya, agar tanah menjadi gembur, sehingga udara bisa masuk dengan baik. Laku buatlah parit atau got untuk memperlancar pembuangan air.

Berikut perkiraan panjang got dan jumlah lubang per hektar yang bisa Anda buat:

  • Got keliling: lebar 60 cm, kedalaman 90 cm
  • Got mujur: lebar 60 cm, kedalaman 80 cm
  • Got malang: lebar 50 cm, kedalaman 70 cm
  • Lubang tanam: lebar 40 cm, kedalaman 30 cm

Mempersiapkan Bibit

Pilihlah bibit yang baik yang memiliki daya tumbuh 90{1a11536a9873b54a4528d9330a2632004d9b8105c0a3ba3615a5f0ce6dd56974}, dengan tingkat kemurnian di atas 95{1a11536a9873b54a4528d9330a2632004d9b8105c0a3ba3615a5f0ce6dd56974}, bibit yang sehat, serta memiliki batang yang normal sesuai varietas. Jenis-jenis bibit antara lain:

  • Rayungan: mata tunas telah tumbuh
  • Bagal: mata tunas belum tumbuh
  • Lonjoran: belum dipotong menjadi stek
  • Beberan: disemai dahulu hingga tunasnya keluar
  • Pucuk: 2-3 ruas ujung batang.

Penanaman

Langkah berikutnya dalam mengembangkan budidaya tebu adalah dengan menentukan waktu penanaman setelah bibit tebu siap ditanam. Bulan Mei, Juni, dan Juli merupakan waktu yang tepat untuk penanaman tebu. Letakkan bibit yang telah ditanam berdasarkan jenisnya.

Pemeliharaan

Dalam tahap ini, ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan untuk mendukung pertumbuhan tanaman tebu, yaitu:

  1. Penyulaman
  2. Pemberian air
  3. Pemeliharaan got
  4. Pembumbunan
  5. Pemupukan
  6. Penyiangan

Panen

Setelah tanaman tebu berusia empat hingga sepuluh bulan, maka sudah bisa memasuki masa panen. Gali tanah sedalam 20 cm dan keluarkan tebu dari tanah. Sisakan tiga ruas bagian batang jika ingin menanamnya kembali. Jika tidak, Anda bisa mencabutnya hingga bagian akar.

Demikianlah beberapa langkah mudah yang bisa Anda lakukan untuk mengembangkan bisnis budidaya tebu. Sangat mudah bukan? Apakah Anda tertarik membudidayakan tebu sebagai bisnis sampingan?