Kategori
Pelajaran

Contoh Kebutuhan Primer Yang Dibutuhkan Manusia

Hacther Media – Seperti yang kalian ketahui? Untuk dapat bertahan hidup dan berkembang biak, kita sebagai manusia membutuhkan berbagai kebutuhan yang harus disediakan. Kebutuhan-kebutuhan tersebut digolongkan sesuai dengan itensitas atau kepentingannya masing-masing dan pada dasarnya digolongkan menjadi 3 golongan, yaitu kebutuhan primer, kebutuhan sekunder dan kebutuhan tersier. Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas secara singkat tentang kebutuhan primer, seperti pengertian dan contoh kebutuhan primer itu sendiri dan berikut adalah penjelasannya dari Poker Online

Kebutuhan primer merupakan kebutuhan pokok yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Kebutuhan ini bersifat wajib dan harus dipenuhi oleh setiap manusia yang ingin bertahan hidup dan berkembang biak. Kebutuhan primer mencakup sandang, papan dan pangan.

1. Sandang

Sandang merupakan kebutuhan yang berbentuk atau berupa pakaian. Sebagai makhluk yang berbudaya, kita sebagai manusia sangat membutuhkan kebutuhan yang satu ini. Kebutuhan ini berfungsi untuk melindungi diri dan menutupi seluruh atau sebagian tubuh agar terhindar dari kondisi cuaca yang panas ataupun dingin. Pada awalnya, manusia memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di alam untuk membuat pakaian, seperti dari kulit kayu dan hewan. Sekarang, setelah berkembangnya zaman, manusia menggunakan teknologi pemintal yang mengubah kapas menjadi benang yang kemudian ditenun untuk dijadikan sebagai bahan pakaian. Zaman sekarang, pakaian juga berfungsi untuk memberikan kenyamanan yang sesuai dengan jenis-jenis kebutuhan seperti pakaian kerja, pakaian rumah, pakaian tidur dan lain sebagainya.

Contoh kebutuhan primer sandang (pakaian) adalah baju, celana, jaket, dan celana dalam.

2. Papan

Papan merupakan kebutuhan manusia untuk membuat tempat tinggal. Kebutuhan ini memiliki fungsi sebagai tempat berteduh dan berlindung dari kondisi cuaca yang tidak bersahabat serta berlindung dari serangan makhluk atau binatang buas yang mengancam.

Selain itu, tempat tinggal dapat manusia manfaatkan sebagai tempat untuk berkembang biak. Karena, fungsi papan ini dapat kalian manfaatkan juga sebagai tempat tinggal untuk keluarga.

Contoh kebutuhan primer papan (tempat tinggal) adalah rumah, apartemen, hotel dan kontrakan.

3. Pangan

Pangan adalah kebutuhan paling utama bagi manusia. Pangan dibutuhkan manusia secara kuantitatif maupun secara kualitatif. Tanpa tersedianya kebutuhan pangan, kemampuan manusia untuk bertahan hidup ataupun berkembang biak akan menurun secara signifikan. Karena, ketika manusia akan melakukan sesuatau hal, asupan gizi sangat berpengaruh terhadap hal tersebut. Dan perlu kalian ketahui, manusia hanya dapat bertahan tanpa makan selama 3 minggu dan tanpa minum selama 4 sampai 7 hari saja, tergantung situasi disekitarnya. Jadi, sangat penting memperhatikan kebutuhan yang satu ini.

Contoh kebutuhan primer pangan adalah makanan berupa nasi, sagu, jagung dan daging, serta minuman berupa air.

Ketiga hal tersebut memiliki jenis dan bentuk yang berbeda di setiap wilayahnya, tetapi tetap memiliki fungsi dan tujuan yang sama. Selain itu, terdapat beberapa hal yang dapat manusia jadikan sebagai pelengkap kebutuhan primer yang fungsi dan peranannya tidak kalah penting dari sandang, papan maupun pangan, yaitu:

  • Identitas
  • Keluarga dan Teman
  • Privasi
  • Pengakuan
  • Pendidikan
  • Pekerjaan
  • Kesehatan, Keselamatan, dan Keamanan
  • Informasi dan Pengetahuan
  • Ketentraman
  • Kasih Sayang
  • Mencintai dan Dicintai
  • Menghargai dan Dihargai

Itulah, penjelasan tentang kebutuhan primer yang dibutuhkan oleh setiap manusia di muka bumi ini. Setiap kebutuhan tersebut memiliki peran dan kepentingannya masing-masing, tetapi kita tetap harus memperhatikan semuanya karena di setiap kebutuhan memiliki keterkaitan terhadap kebutuhan yang lainnya. Semoga bermanfaat!

Kategori
Pelajaran

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Proses Pembentukan Minyak Bumi – Minyak bumi atau yang dijuluki sebagai emas hitam merupakan bahan bakar fosil berupa cairan pekat kental berwarna coklat atau kehijauan dan memiliki sifat yang mudah terbakar dan berada di lapisan atas dari kerak bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran komplek dari berbagi hidrokarbon yang sebagian besarnya merupakan seri alkana. Minyak bumi terdapat beberapa variasi yang tersedia mulai dari bentuk penampilan, komposisi hingga kemurniaanya.

Minyak bumi sendiri merupakan komoditas tambang yang sangat penting peranannya dalam kehidupan manusia. Dari minyak bumi, manusia bisa menciptakan berbagai macam bahan bakar, mulai dari bensin dan minyak tanah hingga aspal serta dapat menciptakan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastik dan obat-obatan.

Tetapi pernahkan kalian berfikir? Tahap-tahap apa saja yang harus dilewati dalam proses pembentukan minyak bumi? Berikut penjelasan tentang bagaimana minyak bumi bisa terbentuk!

Ganggang hidup di danau atau laut dan mengumpulkan energi dari matahari melalui proses fotosintesis. (Ganggang merupakan salah satu biota penting dalam menghasilkan minyak bumi)

Setelah ganggang-ganggang tersebut mati, ganggang akan terendapkan ke dasar cekungan sedimen dan membentuk batuan induk, yang merupakan jenis batuan yang mengandung karbon dan batuan ini bisa berupa batuan hasil pengendapan di dasar laut maupun danau. Proses ini sangat spesifik, oleh sebabnya tidak semua sedimen mengandung minyak atau gas bumi.

Batuan induk akan terkubur di bawah bebatuan yang lainnya dan berlangsung selama jutaan tahun. Salah satu bebatuannya adalah batuan sarang, yang berupa batu pasir, batu gamping, atau batuan vulkanik yang tertimbun dan terdapat ruang berpori-pori di dalamnya. Semakin terkubur kedalam, batuan yang mengandung karbon ini akan semakin terpanaskan. Pada suhu 50 samapi 180 derajat celcius minyak akan mulai terbentuk, dan 100 derajat celcius adalah puncak suhu terbaiknya. Dan ketika suhu terus bertambah karena cekungan semakin ke bawah, karbon akan berubah menjadi gas.

Karbon yang terkena panas akan beraksi dengan hidrogen dan membentuk hidrokarbon. Minyak yang dihasilkan batuan induk ini masih berupa minyak mentah. Walaupun berbentuk cairan, ciri fisiknya berbeda dengan air. Minyak bumi memiliki kekentalan yang lebih tinggi dibandingkan dengan air tetapi tidak dengan berat jenisnya. Dan ketika minyak tertahan pada sebuah batuan yang berupa mangkuk terbalik, minyak akan terperangkap dan siap untuk ditambang.

Atau secara singkat, Minyak bumi terbentuk dari hasil peruraian materi tumbuhan dan hewan di suatu daerah berupa laut, danau dan rawa yang turun secara perlahan dan sedimen diendapkan bersama-sama dengan materi tesebut dengan kecepatan pengendapan sedimen yang sangat cepat sehingga materi tadi dapat tersimpan dan tertimbun dengan baik sebelum terjadinya pembusukan. Setelah jutaan tahun lamanya, daerah pengendapan semakin terbenah ke dalam permukaan bumi yang lebih dalam dan semakin mengalami tekanan suhu yang semakin tinggi. Proses tersebut menimbulkan perubahan kimiawi yang kemudian terbentuklah campuran bahan hidrokarbon, baik berupa cairan maupun gas.

Dan adapun beberapa teori yang berpendapat tentang proses pembentukan minyak bumi ini, yaitu teori biogenetik atau organik, teori anorganik dan teori duplex yang merupakan gabungan dari teori organik dan anorganik.

Itulah penjelasan mengenai bagaimana proses terbentuknya minyak bumi. Minyak bumi ini merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable) dan kita sebagai manusia seharusnya mengunakannya dengan sebaik-baiknya. Semoga bermanfaat!

Kategori
Pelajaran

Sejarah Ditemukan Pelajaran Trigonometri

Sejarah Ditemukan Pelajaran Trigonometri – Trigonometri adalah cabang matematika yang berurusan dengan sudut segitiga dan fungsi trigonometri seperti sinus, cosinus, dan garis singgung.

Menurut Edward J. Byng, trigonometri ini adalah ciptaan bangsa Arab. Oleh karena itu, banyak kata dalam trigonometri menggunakan istilah Arab.

Identitas trigonometri memiliki hubungan dengan geometri, meskipun ada ketidaksepakatan tentang hubungan tersebut; Bagi sebagian orang, trigonometri adalah bagian dari geometri. Meskipun trigonometri pada awalnya dipelajari sebagai cabang astronomi, trigonometri akhirnya tetap menjadi disiplin ilmu. Telah ditunjukkan bahwa perkembangan awal trogonometry adalah karena kebutuhan untuk memecahkan masalah astronomi.

Permulaan trigonometri adalah proses yang lambat. Dibandingkan dengan cabang matematika lainnya, trigonometri berkembang karena hubungan antara pengajaran matematika terapan dan kebutuhan sains di bidang astronomi. Hubungan ini dianggap saling tergantung, tetapi tersembunyi, sehingga usia trigonometri telah digunakan sebagai subjek tambahan dalam astronomi.

Awal trigonometri berawal dari zaman Mesir kuno dan Babel dan peradaban Lembah Indus lebih dari 3000 tahun yang lalu. Matematikawan India adalah pelopor dalam perhitungan variabel aljabar yang digunakan untuk menghitung astronomi dan trigonometri. Lagadha adalah ahli matematika terkenal sampai sekarang yang menggunakan geometri dan trigonometri untuk perhitungan astronomi dalam bukunya oleh Vedanga, Jyotisha, yang karyanya sebagian besar dihancurkan oleh penjajah India.

Ahli matematika Yunani Hipparchus, sekitar 150 a. C., tabel trigonometri disusun untuk memecahkan segitiga. Ahli matematika Yunani lainnya, Ptolemy sekitar 100, mengembangkan lebih banyak perhitungan trigonometri. Matematikawan Silesia Bartholemaeus Pitiskus menerbitkan sebuah karya yang berpengaruh pada trigonometri pada 1595 dan memperkenalkan kata ini dalam bahasa Inggris dan Prancis.

Istilah sinus, kosinus dan tangen, meskipun merupakan bagian dari trigonometri, tiga jauh lebih tua daripada istilah trigonometri dalam sejarah penemuan mereka. Istilah trigonometri pertama kali digunakan pada 1595. Sementara istilah sinus, cosinus, dan garis singgung muncul pada tahun 600. Namun, dokumen ini tidak membahas sejarah istilah trigonometri.

Matematikawan Yunani Hipparchus sekitar 150 SM menyiapkan tabel trigonometri untuk memecahkan segitiga. Ahli matematika Yunani lainnya, Ptolemy, sekitar 100, mengembangkan lebih banyak perhitungan trigonometri.

Pada 499, Aryabhata, seorang ahli matematika India, menciptakan setengah tabel yang sekarang dikenal sebagai tabel sinus, bersama dengan tabel cosinus. Ini menggunakan zya untuk sinus, kotor untuk cosinus dan otkram zya untuk sinus terbalik, dan juga memiliki ayat-ayat.

Pada 628, matematikawan India lainnya, Brahmagupta, menggunakan rumus interpolasi untuk menghitung nilai sinus hingga kisaran kedua dari rumus interpolasi Newton-Stirling.
Matematikawan Persia Omar Khayyam (1048-1131), menggabungkan trigonometri dan teori aproksimasi untuk menyediakan metode penyelesaian persamaan aljabar dengan rata-rata geometris. Khayyam memecahkan segitiga, x3 + 200x = 20 × 2 + 2000, dan memperoleh akar positif untuk segitiga ini melalui persimpangan hiperbola persegi panjang dan lingkaran. Solusi dari bilangan lateral diperoleh dengan interpolasi dalam tabel trigonometri.

Matematikawan India, Bhaskara, menyediakan metode terperinci untuk membangun tabel sinus untuk titik tertentu pada 1150, serta rumus sinus dan kosinus. Bhaskara juga mengembangkan trigonometri bola.
Nasir al-Din Tusi, seorang ahli matematika Persia, dengan Bhaskara, mungkin adalah orang pertama yang mempraktikkan trigonometri sebagai disiplin matematika yang terpisah. Dalam pekerjaan mereka, tes pada empat sisi adalah yang pertama untuk mengidentifikasi enam kasus yang berbeda dari simpul segitiga dalam trigonometri bola.
Pada abad keempat belas, al-Kashi, seorang ahli matematika Persia, dan Ulugh Beg (cucu dari Timur), seorang ahli matematika Oriental, menghasilkan tabel fungsi trigonometri sebagai bagian dari studi astronomi mereka.

Bartholemaeus Pitiscus, seorang ahli matematika Silesia menerbitkan sebuah karya trigonometri yang berpengaruh pada 1595 dan memperkenalkan kata “trigonometri” dalam bahasa Inggris dan Prancis. Pada titik ini, trigonometri yang akan dibahas adalah trogonometri yang terkait dengan rumus kuantum / diferensial dan skala waktu untuk sinus, kosinus dan garis singgung.

Trigonometri sebagai alat utama astronomi telah menjadi domain studi bagi matematikawan Islam sehingga trigonometri dapat menjadi disiplin ilmu. Muslim adalah yang pertama menekankan studi tentang prinsip-prinsip cahaya. Adalah al-Haitham yang menulis pamflet penting tentang masalah ini. Al-Haitham membangun bentuk pertama dari prinsip-prinsip cahaya yang akhirnya menjadi hukum pembiasan cahaya. Prinsip prinsip al-Haitham memberikan insentif untuk lebih memperhatikan astronomi dan trigonometri.