Kategori
Pelajaran

Proses Pembentukan Minyak Bumi

Proses Pembentukan Minyak Bumi – Minyak bumi atau yang dijuluki sebagai emas hitam merupakan bahan bakar fosil berupa cairan pekat kental berwarna coklat atau kehijauan dan memiliki sifat yang mudah terbakar dan berada di lapisan atas dari kerak bumi. Minyak bumi terdiri dari campuran komplek dari berbagi hidrokarbon yang sebagian besarnya merupakan seri alkana. Minyak bumi terdapat beberapa variasi yang tersedia mulai dari bentuk penampilan, komposisi hingga kemurniaanya.

Minyak bumi sendiri merupakan komoditas tambang yang sangat penting peranannya dalam kehidupan manusia. Dari minyak bumi, manusia bisa menciptakan berbagai macam bahan bakar, mulai dari bensin dan minyak tanah hingga aspal serta dapat menciptakan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastik dan obat-obatan.

Tetapi pernahkan kalian berfikir? Tahap-tahap apa saja yang harus dilewati dalam proses pembentukan minyak bumi? Berikut penjelasan tentang bagaimana minyak bumi bisa terbentuk!

Ganggang hidup di danau atau laut dan mengumpulkan energi dari matahari melalui proses fotosintesis. (Ganggang merupakan salah satu biota penting dalam menghasilkan minyak bumi)

Setelah ganggang-ganggang tersebut mati, ganggang akan terendapkan ke dasar cekungan sedimen dan membentuk batuan induk, yang merupakan jenis batuan yang mengandung karbon dan batuan ini bisa berupa batuan hasil pengendapan di dasar laut maupun danau. Proses ini sangat spesifik, oleh sebabnya tidak semua sedimen mengandung minyak atau gas bumi.

Batuan induk akan terkubur di bawah bebatuan yang lainnya dan berlangsung selama jutaan tahun. Salah satu bebatuannya adalah batuan sarang, yang berupa batu pasir, batu gamping, atau batuan vulkanik yang tertimbun dan terdapat ruang berpori-pori di dalamnya. Semakin terkubur kedalam, batuan yang mengandung karbon ini akan semakin terpanaskan. Pada suhu 50 samapi 180 derajat celcius minyak akan mulai terbentuk, dan 100 derajat celcius adalah puncak suhu terbaiknya. Dan ketika suhu terus bertambah karena cekungan semakin ke bawah, karbon akan berubah menjadi gas.

Karbon yang terkena panas akan beraksi dengan hidrogen dan membentuk hidrokarbon. Minyak yang dihasilkan batuan induk ini masih berupa minyak mentah. Walaupun berbentuk cairan, ciri fisiknya berbeda dengan air. Minyak bumi memiliki kekentalan yang lebih tinggi dibandingkan dengan air tetapi tidak dengan berat jenisnya. Dan ketika minyak tertahan pada sebuah batuan yang berupa mangkuk terbalik, minyak akan terperangkap dan siap untuk ditambang.

Atau secara singkat, Minyak bumi terbentuk dari hasil peruraian materi tumbuhan dan hewan di suatu daerah berupa laut, danau dan rawa yang turun secara perlahan dan sedimen diendapkan bersama-sama dengan materi tesebut dengan kecepatan pengendapan sedimen yang sangat cepat sehingga materi tadi dapat tersimpan dan tertimbun dengan baik sebelum terjadinya pembusukan. Setelah jutaan tahun lamanya, daerah pengendapan semakin terbenah ke dalam permukaan bumi yang lebih dalam dan semakin mengalami tekanan suhu yang semakin tinggi. Proses tersebut menimbulkan perubahan kimiawi yang kemudian terbentuklah campuran bahan hidrokarbon, baik berupa cairan maupun gas.

Dan adapun beberapa teori yang berpendapat tentang proses pembentukan minyak bumi ini, yaitu teori biogenetik atau organik, teori anorganik dan teori duplex yang merupakan gabungan dari teori organik dan anorganik.

Itulah penjelasan mengenai bagaimana proses terbentuknya minyak bumi. Minyak bumi ini merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui (unrenewable) dan kita sebagai manusia seharusnya mengunakannya dengan sebaik-baiknya. Semoga bermanfaat!